MAKASAR - Dalam perjalanan susu belut di wilayah Provinsi Sulsel,
khususnya kota Makassar dan sekitarnya banyak peminatnya. Dalam investigasi
kali ini jelas beberapa waktu lalu bergulur berita bahwa mengkonsumsi susu
belut dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Bahkan dalam rekam perjalanan
penjualan susu belut sudah sejak beberapa tahun lalu "DILARANG"
beredar. Dari data BPOM SULSEL di jalan BAJI MINASA kota Makassar didapat data
bahwa SUSU BELUT mengandung ZAT BKO. Demikian pula di awal tahun
2017 ini pihak BPOM Sulsel menyita ratusan susu belut yang di duga telah
melanggar izin edar.Bahkan pihak BPOM sendiri meminta kepada masyarakat agar
tidak mengkonsumsi dan melaporkan jika melihat dan menemukan perdagangan susu
belut ini. Bahkan di bulan Maret tanggal 13 tahun 2017, salah satu penjual
susu belut yang bernama NUR ICAL (FAREL) mendatangi BPOM untuk
membawa sampel susu belut yang di guncang gancingkan telah membawa masalah
karena mengandung zat BKO yang berbahaya bagi kesehatan dan konon kabarnya tidak
memiliki izin edar.
Menurut NUR (IKSAN) yang sering
disapa PALLUBASA OLSHOP, produknya memiliki izin dari Jawa Timur -
Madura. Namun guna memastikan izin BPOM susu belut dagangannya Farel membawa 3
sampel guna di sita di BPOM guna uji kandungan dan izin edarnya.
Tanggapan salah satu staf BPOM NUR
TATI, mengatakan dengan gamblang bahwa susu belut ini sangat salah izin. Dimana
susu belut adalah produk JAMU bukan SUSU, yang di tampilkan pada kemasan susu
belut dan izin edar tidak terdaftar pada urutan produk yang dimaksud.
Bahkan IBU NUR TATI pun menuturkan
akan berkoordinsi dengan pihak Jawa Timur khususnya DINAS KESEHATAN di Jawa
Timur guna memastikan selebaran izin susu belut yang ditampilkan oleh FAREL
sang penjual susu belut agar segera mengetahui izin edar susu belut
ini. Dan pengedar susu belut yang tidak dapat menampilkan/menunjukkan
distributor akan di minta BAP dan akan di proses hukum.
Tim media BERITA AKTUAL pun
mempertanyakan kesanggupan pihak BPOM dalam memberikan kejelasan susu
belut ini agar tidak menjadi wacana yang membingungkan konsumen khususnya kota
Makassar dan sekitarnya. Jawab staf ibu NUR TATI akan segera menuntaskan kasus
ini agar tidak jadi guncang gancing dalam masyarakat. Namun sangat
disayangkan, sampai berita ini turun untuk klarifikasi lewat WA
dan via telephone pihak NUR TATI belum dapat menjelaskan larangan
peredaran susu belut ini secara hukum. Dirinya (NUR TATI) hanya berkomentar
berupa keterangan lisan bahwa susu belut mengandung zat berbahanya bagi
kesehatan yaitu BKO tanpa adanya pembuktian yang nyata menurut hukum.
Dimana letak kesalahan peredaan susu
belut ini, apakah pada izin atau kemasan atau isi komposisi susu belut ini
yang dinyatakan berbahaya bagi kesehatan ???? masyarakat
menanti kejelasan ada apa dengan larangan susu belut ini di konsumsi dan di
edarkan agar tidak menimbukan kebimbangan dalam
masyarakat.............(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar