Tampilkan postingan dengan label berita utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita utama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Bocah naas tercebur di sungai Dusun Tegal Arum




Laporan - Ajiz Sutikno
Wartawan AKTUAL

PASURUAN -  Nasib Bocah naas  tercebur di sungai Dusun Tegal Arum, Desa Kademungan, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Selasa,(13/02/2018)

Fian, umur 2 (Dua) tahun hanyut disungai terseret sampai 700 meter hingga tewas, sampai di sungai Tegal Arum korban nyangkut dan akhirnya ditemukan warga.

Informasi yang diperoleh saat menemui saksi mata yang menemukan korban, Khoiri (38) warga Tegal Arum menjelaskan kronologis penemuan mayat bocah yang terseret arus sungai hingga tewas.
Pada saat itu Khoiri bekerja disuatu Masjid sebagai tukang bangunan yaitu di Desa Kademungan.

  ''Saat itu saya mau mengambil peralatan kerja dan menengok kesebelah melihat suatu yang saya  anggap boneka mengapung, ketika semakin mendekat tak ambil kok berat,'' pungkasnya.
Khoiri , terkejut dan merasa takut. Ia akhirnya manggil salah satu tukang yang bekerja dimasjid juga, pada akhirnya mintak bantuan sama warga untuk mencarikan orang tua korban.
Saputro salah satu warga yang memberikan pertolongan kepada korban untuk dibawanya pulang,setelah sampai dirumah, korban akan dibawa k,puskesmas Purwosari,namun ajal sudah tiba dan tidak sempat membawanya korban sudah meninggal.

Setelah diketaui orang tuanya, orang tua korban, shok dan tidak sadarkan diri hingga sampai berita ini ditulis keluarga masih histeris.

Tangis duka dirumah pasangan KhiImia dan Saipot, dikampung Dusun Tegal Arum RT 17. Ketika kerabat berdatangan ke rumah mereka atas tewasnya putra mereka, Fian yang masih berusia 2 tahun, itu disebarkan akan merayakan di hari ulang tahunnya minggu esok yang ke 2, namun apa yang direncanakan itu berbeda.

Sampai berita ini ditulis pihak kepolisian masih belum bisa menjelaskan lantaran pihak keluarga belum sadarkan diri.

Sabtu, 03 Februari 2018

Proyek Binamarga Provinsi Bernilai Ratusan Juta Ambrol Masyarakat Lumajang Kecewa




Laporan – Lukito
Wartawan AKTUAL

LUMAJANG - Proyek Penunjang jalan (Plengsengan) yang berada di Desa. Wonokerto, Kecamatan. Tekung Lumajang, Jawa Timur senilai Ratusan juta, diduga dikerjakan asal-asalan, sehingga kualitasnya dinilai sangat buruk. Akibatnya bangunan yang baru seumur jagung ini ambrol.

Ambrolnya proyek di Desa. Wonokerto, Kecamatan. Tekung, Lumajan ini di kerjakan pada (06/09/2017), dan hari ini Kamis (01/02/2018), sudah ambrol. Warga sekitar yang namanya tidak mau disebutkan, mengatakan bahwa kualiatas proyek yang ambrol ini sangat buruk. Jadi wajar jika cepat ambrol," katanya pada media ini, Kamis (01/02/2018).

"Masak cuman 5 (lima) bulan sudah ambrol, pengerjaanya manual nggak pakai molen cor, ya jelas saja tidak bagus mas", Ungkapnya.

Sutris yang juga warga Wonokerto, menyayangkan proyek plengsengan yang ambrol tersebut. ” Kalau kita ini kan orang awam mas, tapi jika melihat bahan nya yang bisa kita lihat secara langsung, ya kecewa mas, itu kan uang rakyat masak proyeknya asal-asalan, “ katanya, Kamis (01/02/2018)
 "Kami tidak tahu proyek ini dari mana, dana proyeknya berapa, dan rekanan mana yang mengerjakan. Karena tidak ada papan nama proyek," kata Sutris salah satu warga Wonokerto, dengan mimik wajah kecewa.
Warga mengindikasikan, tidak disertainya papan nama proyek itu untuk mengaburkan penilaian masyarakat terkait proyek penunjang jalan yang berada di Desa.Wonokerto, Kecamatan. Tekung, Lumajang, terkesan di kerjakan asal-asalan
"Jika memang ada bentuk transparansi, minimal ada papan nama proyek. Karena dari papan nama itu kami mengetahui, dan bisa mengawasi jalannya proyek penunjang jalan itu. Apakah sesuai dengan volume dan besaran dananya, atau sesuai dengan besaran teknik (bestek).

Riaman asal Desa Setempat, yang hampir setiap hari melintas di sepanjang jalan propensi itu juga mengamini terkait dengan banyaknya proyek yang tidak bertahan lama dan jambrol.

"Saya setiap hari melintas di jalan propensi Jember Lumajang, memang benar banyak proyek-proyek penunjang jalan yang ambrol bahkan tidak pasang papan nama (Nambor) bagaimana kita tau itu proyek dari mana dan CV apa yang mengerjakan, Riaman menunjukan mimik wajah penuh tanya., Ini harus di tindak, pihak terkait harus segara turun untuk memeriksa, ini uang rakyat," paparnya, Kamis (01/02/2018)
Mereka juga menilai, rekanan tidak mentaati UU 25/2009 tentang Transpransi dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Karena setiap proyek yang dibiayai oleh pemerintah harus memiliki atau memasang papan proyek, tujuannya agar masyarakat luas dapat mengetahui proyek yang dikerjakan.


Pantauan media Berita Aktual, mulai dari awal sampai pengerjaan proyek selesai dan ambrol tidak disertai papan nama proyek (Nambor), sebagai informasi kepada masyarakat. Alhasil, warga desa setempat menyebut proyek ini adalah proyek siluman. (Lk/Af)


RAIH MASA DEPAN LEBIH BAIK MELALUI EDU FAIR / JOB FAIR




LUMAJANG - Edu Fair / Job Fair yang pertama kali di Kabupaten Lumajang digelar cukup meriah dengan melibatkan Perguruan Tinggi se – Jawa dan Bali. Pembukaan Edu Fair / Job Fair ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Lumajang, Drs. H. As'at, M.Ag., di Pendopo Kabupaten Lumajang, Sabtu (27/01/2018). Acara tersebut bertemakan “Dengan Edu Fair/ Job Fair Meraih Sukses Menggapai Masa Depan”.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa Edu Fair seperti ini sangat bermanfaat, khususnya bagi para pelajar yang membutuhkan informasi referensi tentang Perguruan Tinggi. Melalui Kegiatan ini, dapat memberikan gambaran tentang dunia Perguruan Tinggi.

Bupati berharap, kegiatan Edu Fair / Job Fair dapat terlaksana kembali, yang dikemas lebih bagus dan meriah lagi. “Saya berharap kegiatan Edu Fair ini diberi kesenian di stand Perguruan Tinggi masing-masing, sehingga anak-anak yang sedang mencari dan melihat ke stand-stand Perguruan Tinggi dapat menikamati sekaligus mengetahui kesenian yang ada di Perguruan Tinggi yang akan dipilih”, ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Lumajang,  Drs. H. Sugiyono, MM., menjelaskan bahwa memilih sebuah jurusan tidak mudah, perlu bimbingan atau arahan dari Peguruan Tinggi. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya Edu Fair bisa memberikan kemudahan bagi anak kelas XII SMA / SMK / MA yang akan melanjutkan sekolahnya ke Perguruan Tinggi. “Semoga pendidikan di Kabupaten Lumajang dari tahun ke tahunnya semakin meningkat”, harapnya.

Ketua Panitia kegiatan Edu Fair / Job Fair, Na'ilah, M.Psi. Kons., melaporkan bahwa Edu Fair (Pameran Pendidikan) dan Job Fair (Pameran Lowongan Kerja) merupakan program MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling) yang memberikan layanan informasi kepada peserta didik kelas XII SMA / SMK / MA. Diharapkan dengan Edu Fair / Job Fair dapat memilih jurusan dan program study yang sesuai dengan bakat, minat dan kompetensi yang dipilih, sehingga meraih masa depan yang lebih baik. (Am/Samukri)


Senin, 22 Januari 2018

PROYEK PETUNJUK LANSUNG ( PL ) PROVINSI PERLU DI PERIKSA KEJARI




Laporan – Lukito
Wartawan Tabloid AKTUAL
,
LUMAJANG - Pembangunan Plensengan Provinsi Jawa Timur yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur jalan raya Desa Tekum terkesan asal asalan. Pembangunan seharusnya selesai tahun ini ternyata sampai sekarang terbengkalai.

Saat Tim buktipres menanyakan ke Bina Marga Kabupaten Lumajang di temui TU  Budi, Juma'at mengatakan tidak tahu anggaran sebenarya pekerjaan plensengan di Desa Kutum, ujarnya.
Sebagian bangunan sudah ambrol di karenakan sering kena air hujan. Tanah mulai longsor sedikit demi sedikit. Proyek di duga siluman sudah menyalahi UU keterbukaan publik. Sudah merugikan negara dengan terbengkalainya suatu pekerjaan yang memakan biyaya Negara, kata Libet salah satu Ketua LSM saat wartawan ini menayakatan tangapan tentang proyek yang di biarkan tidak kerjakan.

KOTA PASURUAN DIGEGERKAN PENEMUAN MAYAT TANPA INDENTITAS

Laporan - H. Syafi'ar Wartawan AKTUAL PASURUAN - Masyarakat Desa Ngemplak Rejo , Kecamatan Panggung , Kota Pasuruan,...