Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

WISATA TRETES, MASIH MENJADI FAVORIT PEKERJA SEX KOMERSIAL (PSK)


Laporan  - Ajiz Sutikno/Safik
Wartawan AKTUAL

PASURUAN - Lagi-lagi kawasan wisata tretes, Kecamatan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, masih menjadi khas favorit para pekerja sex  komersial (PSK) dari luar daerah untuk mencari penghasilan. Hal ini membuktikan banyaknya PSK dari luar daerah terjaring razia.

Seperti Sari (22) Warga malang sempat menangis dan khilaf akan berhenti jadi PSK. Ia mengakui dengan penghasilan 400 ribu, namun,dengan penghasilan itu pihaknya sangat menyesal bila terjaring razia,' 'ungkap Sari saat ditemui di kantor Sat Pol PP.

Dalam razia yang dilakukan petugas gabungan, Rabu,(01/02/2018) sekitar pukul 19.00 Wib, sebanyak 16 PSK berhasil diamankan saat tengah menunggu para lelaki hidung belang, (Pemburu Kenikmatan Wanita) di sebuah Wisma di Lingkungan Pesanggrahan. Mereka tak berkutik saat gabungan Sat Pol PP masuk ke dalam wisma.

''Malam ini 16 PSK kami amankan.Data yang berhasil kami tulis yakni,
1. EW (32), warga Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember 
2. S (38), warga Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang
3. PIA (24), warga Kecamatan Benowo, Surabaya
4. SN (25), warga Kecamatan Jenggowo, Kabupaten Jember
5. NF (24), warga Kecamatan Jenggowo, Kabupaten Jember
6. YA (26), warga Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember
7. R (27), warga Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember
8. AM (37), warga Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan
9. PK (24), warga Kota Pasuruan
10. LS (27), warga Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang
11. ERK (32), warga Kota Pasuruan
12. F (20), warga Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas
13. SM (31), warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang
14. IL (23) , warga Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas
15. UF (24), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang
16. N (22, warga Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Dan pelaku PSK kami kirim ke Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan untuk di bina,'' jelas Yudha, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja kepada Aktual.com.

Lanjut, Yudha, ''Ini memprihatinkan karena stiap razia, selalu ada yang positif HIV/AIDS,'' pungkas Yudha.
Pemkab Pasuruan tengah gencar memerangi penyakit masyarakat (pekat) terutama praktek prostitusi di wilayahnya. Razia pekat semakin sering dilakukan.(Ajiz/Safik)

Sabtu, 03 Februari 2018

SMP N 1 BINANGUN LAKUKAN PENANAMAN POHON DI PANTAI WIDARAPAYUNG




 Laporan - Karman
Wartawan AKTUAL

CILACAP – Bersama Palang Merah Remaja (PMR) SMK N 1 Binangun Cilacap lakukan penanaman pohon yang direncanakan sebanyak 300 pohon.Penanaman perdana program PMR dilakukan Minggu (21/1) tepatnya di area Wisata Pantai Widarapayung diikuti segenap siswa SMP N 1 Binangun .Kepala Sekolah Drs.Hartoyuwono melalui pembina PMR menyampaikan penanaman pohon asuh yang dilakukan sebagai program PMR.Oleh karena itu akan dipantau apabila ada yang mati akan diupayakan diganti yang baru.Kegiatan tersebut akan dilakukan setiapbulannya sebagai ikut serta nya remaja dalam penyelamatan pantai khususnya Widarapayung imbuhnya.

Pembenahan pantai lokasi Wisata Widarapayung selalu diupayakan seperti terlihat bangunan cor penahan ombak yang telah dikerjakan sehingga akan lebih terjaga kondisi pantainya terhadap gelombang apabila ombak besar.Dengan berbagai hiburan dari mainan anak ,motor hingga kereta kuda menambah semaraknya pantai yang semakin hari selalu bertambah pengunjungnya khususnya dihari Minggu.

Dengan membayar tanda masuk  6 rb rupiyah per orang sangat terjangkau segala lapisan namun juga bisa menambah pendapatan Daerah serta mengangkat perekonomian masyarakat lingkungan tentunya (KR)

Jumat, 12 Januari 2018

SEKDA : KERUKUNAN UMAT BERAGAMA HARUS DIJAGA




Laporan – Lukito
Wartawan Tabloid AKTUAL

LUMAJANG -   Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Drs. Gawat Sudarmanto, mengingatkan, agar kerukunan umat beragama tetap dijaga. Hal itu, disampaikannya saat  menghadiri Natal Bersama Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSAG), TNI, POLRI dan PNS Kabupaten Lumajang tahun 2017, di Pendopo Kabupaten Lumajang, Kamis Malam (11/1/2017). Tema Natal kali ini, hendaklah damai sejahtera kristus memerintah dalam hati serta meningkatkan peran gereja bagi kota menuju masyarakat Lumajang yang sejahtera dan bermartabat. Pada kegiatan tersebut diserahkan bingkisan secara langsung oleh sekda dan  diterima secara simbolis oleh 5 Pendeta.

Sekda menyampaikan, kerukunan umat beragama merupakan suatu yang penting, yang harus dikembangkan sebagai potensi  untuk membangun bangsa yang lebih baik. Ia berharap dengan adanya FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Lumajang dapat mempersatukan umat dan menjaga kestabilan sosial, khususnya masyarakat Lumajang.

Ia berharap bisa membantu seluruh program FKUB Lumajang.  Hal tersebut juga menjadi harapan Bupati Lumajang, Drs. As'at, MAg., sejak beberapa waktu yang lalu.

Di akhir sambutannya, Sekda menyampaikan permohonan maaf Bupati Lumajang yang pada kesempatan tersebut berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota. Sekda juga menyampaikan pesan Bupati Lumajang atas kesiapannya untuk memberikan fasilitas dalam setiap kegiatan keagamaan di Kabupaten Lumajang.

Sementara itu, Ketua FKUB Lumajang, Drs. Khoiri, M.Pdi., mengatakan bahwa kerukunan umat beragama adalah pondasi untuk mencipatkan sebuah kondisi sosial yang rukun berdampingan dan memiliki toleransi kepada sesama umat manusia. 

"Sudah tidak ada perbedaan, tidak ada masalah antar umat beragama di Kabupaten Lumajang", ungkapnya. Hal ini dapat dilihat kerukukunan di beberapa wilayah di Kabupaten Lumajang, seperti halnya Yosowilangun, Senduro dan wilayah kecamatan lainnya. Ia berharap kerukunan yang tercipta dapat dijaga, tidak hanya dalam rangkaian acara seremonial saja,  namun juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, Ketua panitia, Sidharta melaporkan bahwa tujuan kegiatan ini untuk membangun kebersamaan gereja se Kabupaten Lumajang. Hal tersebut sangat penting, sebagai bentuk kerjasama untuk memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara, serta meningkatkan semangat gereja untuk berperan dalam pembangunan daerah khususnya Kabupaten Lumajang.     
            Kerja sama yang dilakukan salah satunya dalam bentuk kegiatan bakti sosial, berupa pemberian bantuan keuangan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia berharap dengan kegiatan tersebut dapat tercipta kerukunan umat beragama dengan kehadiran seluruh pengurus organisasi lintas agama.(lkt / am)

Jumat, 01 Desember 2017

Saat Bupati Anas Bertemu 250 Anak Muda dari 35 Negara di Banyuwangi





Laporan - Herman

Wartawan Tabloid AKTUAL
BANYUWANGI - Sebanyak 250 anak muda dari 35 negara  menghadiri Youth Involvement Forum (YIF) di Banyuwangi. Selama 3 hari (24-26 November), mereka berdiskusi sekaligus mengenali khazanah seni-budaya daerah di ujung timur Pulau Jawa itu.
“Selamat datang di Banyuwangi. Semoga mengesankan. Kita bisa saling diskusi soal pengembangan kebudayaan, bagaimana menjadikan diplomasi kebudayaan sebagai sarana untuk mewujudkan kesepahaman global, dunia yang lebih damai dengan segala perbedaannya,” ujar Anas, Jumat malam (24/11).
Peserta YIF ini sendiri terdiri atas 100 mahasiswa dalam dan luar negeri, 50 pengusaha muda, serta pelajar dan guru vokasi se-Indonesia. Forum yang diinisiasi oleh Indonesia Youth Forum ini menjadi salah satu bagian penting upaya memperkuat daya saing anak muda Indonesia.
"Era informasi menuntut SDM yang kreatif, inovatif dan berdaya saing. Banyuwangi kenapa kami pilih sebagai lokasi pertemuan global ini karena kami nilai sebagai daerah yang konsisten mengembangkan budaya dan ekonomi kreatif berbasis rakyat. Sehingga peserta bisa belajar banyak dari sini," jelas Abdul Idris, pendiri Indonesia Youth Forum.
Bupati Anas pun memaparkan sejumlah kreativitas warga Banyuwangi, yang salah satunya terangkum dalam even Banyuwangi Festival. "Festival ini juga cara kami untuk menumbuhkan semangat gotong royong warga, jadi bukan semata-mata pariwisata. Dari ajang ini, kreativitas rakyat tumbuh, kerukunan tercipta, seni-budaya semarak, sekaligus ekonomi bergerak," jelas Anas.
Bupati berusia 44 tahun pun bersemangat memperkenalkan sejumlah potensi dan seni-budaya Banyuwangi. Anas juga menekankan pentingnya peran kaum muda dalam pengembangan seni-budaya.
“Anak muda harus terjun mengembangkan seni-budaya. Dulu jumlah anak muda yang memahami Tari Gandrung Banyuwangi mungkin tak banyak, tapi sekarang sangat besar karena kita memperkenalkannya dengan gembira lewat balutan festival,” ujarnya.
Para peserta tampak terkesan dengan Banyuwangi. Seperti yang diungkapkan Roman Paviliux asal Ukraina. “Seni-budaya di sini berkembang bagus, kita bisa menggali banyak hal. Cocok juga sebagai destinasi wisata,” ujarnya.
Peserta lainnya, Nana Fulila asal China mengungkapkan kekagumannya atas beragam kreativitas orang Banyuwangi. "Orang Banyuwangi kreatif. Mereka harus mempertahankan tradisi seni-budaya yang kuat semacam ini. Ini menunjukkan karakter kalian," jelas Nana.
Selama di Banyuwangi nanti, para peserta ini akan mengikuti forum seminar dan dilibatkan dalam focus group discussion (FGD) tentang beragam pengembangan SDM kaum muda. Selain itu, mereka juga akan dikenalkan beragam destinasi wisata serta mengenal kehidupan pesantren. (herman)

KOTA PASURUAN DIGEGERKAN PENEMUAN MAYAT TANPA INDENTITAS

Laporan - H. Syafi'ar Wartawan AKTUAL PASURUAN - Masyarakat Desa Ngemplak Rejo , Kecamatan Panggung , Kota Pasuruan,...