Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Februari 2018

BUPATI: INSTRUKSIKAN CEPAT TANGGAPI KASUS DIFTERI



Laporan – Lukito
Wartawan AKTUAL

LUMAJANG - Humas dan Protokol, 01 Peusiabruari 2018---Bupati Lumajang Drs.H. As'at M. Ag., menginstruksikan kepada jajaran Dinas Kesehatan untuk segera cepat tanggap teradap adanya kasus wabah Difteri. Hal itu, disampaikan, saat bupati membuka Pembinaan pelaksanaan “Outbreak Response Imunization ( ORI ) Difteri” Kabupaten Lumajang di Pendopo Lumajang, Kamis (01/02/2018).

Bupati As’at menjelaskan, saat ini penyakit difteri muncul kembali di wilayah  Indonesia. Kebanyakan penyakit ini di derita oleh anak anak usia dini.  Wabah penyakit difteri yang menyebar luas saat ini, terjadi karena anak–anak yang tidak ikut Imunisasi sesuai dengan tahapan umur. 

Bupati As'at mengintruksikan kepada Dinas Kesehatan agar secepatnya melakukan sistem ORI tersebut, agar wabah  penyakit difteri tersebut bisa ditekan semaksimal mungkin, sehingga masyarakat terbebas dari penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Dr. Triworo,  melaporkan, bahwa penyakit difteri yang ada di Kabupaten Lumajang berada pada urutan no. 26 dari 38 daerah di Provinsi Jawa Timur.  Diungkapkanya, kasus difteri  di Kabupaten Lumajang, pada Maret  tahun 2017 sudah muncul di wilayh Kecamatan Rowokangkung dan terdapat 17 khasus yg ada di Kabupaten Lumajang. Sedangkan, pada awal Januari 2018 sudah ditemukan sebanyak 6 kasus.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk membuka kesempatan bersama guna menambah Pos Difteri sebanyak 3288 pos di 25 Puskesmas. Setiap pos ORI Difteri memiliki 2 bidan, 3 perawat, 1 administrasi. Sementara itu, tenaga dokter spesialis anak sejumlah 4 orang yang ada di kabupaten Lumajang, untuk menopangnya. Langkah tersebut untukby melakukan imunisasi kepada anak anak usia dini, Agar terbebas dari wabah penyakit difteri (lkt /am .

Sabtu, 02 Desember 2017

AIR ISI ULANG DI BANYUMAS TAK PENUHI STANDAR KESEHATAN



Laporan – Karman
Wartawan Tabloid AKTUAL

BANYUMAS – Air adalah kebutuhan manusia yang tidak bisa dipisahkan dari apapun karena air menyangkut kehidupan manusia.Seperti adanya penjualan air minum isi ulang (galon-red) yang banyak dijual diwarung-warung sangat membantu masyarakat karena dianggap hegeanis dengan kemasan bagus dan menarik.

Apalagi produsen membuat pelayanan lebih kepada konsumen dengan antar jemput serta memasang kran untuk memudahkan menuang karena pada umumnya masyarakat pedesaan meminumnya langsung tanpa dimasak.Namun disisi lain banyak produsen nakal yang tak menindahkan aturan yang ditentukan pemerintah seperti Keputusn Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No: 651/MPP/kep/10/2004 tentang Persyaratan Teknis Depot Air Minum khusunnya pada pasal 6 ayat 2 s/d 4 yaitu tentang kwalitas atau mutu yang perlu diawasi sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI No: 907/MENKES/SK/VIII/2002.

Dari hasil temuan masyarakat banyak terjadi kerusakan air seperti keruh atau berubah warna setelah beberapa hari.Namun ketika beberapa produsen dikonfirmasi mengatakan sudah uji lab pada awal pembuatan izin. Diduga kurangnya sosialisasi kepada perusahaan atau bandelnya perusahaan mereka pada umumnya tidak menjalankan uji lab yang ditentukan sekurang-kurangnya tiga bulan sekali demi menekan keuntungan pribadi.Tindakan tersebut tentunya sangat membahayakan kesehatan masyarakat (konsumen-red) walaupun tak terasa dalam waktu dekat namun akan dirasakan kelak oleh generasi mendatang.Lalu siapakah yang seharusnya mengawasi inilah yang jadi pertanyaan masyarakat awam yang tidak tau undang-undang sementara perbuatan tersebut bisa diancam pidana (KR)

Selasa, 24 Oktober 2017

SAMSUDIN LUPUT DARI PERHATIAN PENERINTAH




Laporan : Hendra
Wartawan Tabloid Aktual

KOTABUMI- Berdinding Buluh Beralaskan Tanah Berukuran 3X7 Meter Samsudin (42)  pria paruh Baya Hidup  dengan serba Kekurangan Fisik Maupun Materi Meratapi Nasib. Warga Dusun Tujuh  Desa Pulau Panggung Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara, Menderita Penyakit Lepra (Kusta)  Selama 12 Tahun Lamanya Luput Dari Perhatian Pemerintah. Selasa (17/10/17)

Sudah hampir 12 tahun  dirinya menderita penyakit lepra (kusta) yang mana kedua kaki dan tangannya mengalamin kelainan serta jari jarinya mengelupas perlahan lahan," iya mas sudah cukup lama Penyakit yang saya derita ini, untuk bekerja aja sulit tapi ya gi mana mau gak harus saya jalanin". Tutur Samsudin seraya rawut wajah yang sedih meratapin nasib keluarganya saat di temui dikediamannya

Dengan beban keluarga semakin hari terasa memberatkan, maklum saja dua anaknya sedang dalam masa pertumbuhan. Dan lainnya sedang mengenyam pendidikan, sementara yang sulung telah putus sekolah. Seharusnya, telah duduk di kelas X sekolah menengah atas.

“Ya mau bagaimana lagi, untuk makan saja kami sulit. Terpaksa yang tua hanya selesai kelas 3 SD saja. Saya berobat seharusnya dua bulan sekali sesuai saran rumah sakit, tapi karena keadaan tidak memungkinkan terpaksa hanya mengambil dari puskesmas,”terangnya.

Demi Untuk Bertahan Hidup dengan Penghasilan pas pasan jaswati istri dari Samsudin terpaksa harus menggantikan sosok suami yang iya cintai,bekerja sebagai buruh serabutan Penyadap karet, yang tak seberapa penghasilannya hanya sekitar 700 Ribu rupiah perbulan, dengan Jarak Tempuh 1 kilo meter berjalan kaki perjalanan yang harus di tempuh untuk sampai di tempat iya bekerja.

,"Iya pak sudah 13 tahun saya menggantikan suami saya bekerja mau gimana keadaan kami yang serba kekurangan harus menghidupi kedua anak,"ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca

Sementara itu bantuan yang seharusnya di peruntukan untuk masyarakat yang benar-benar seperti mereka ini tak kunjung dapat, terkadang hanyalah sekedar program pemerintah saja,"gimana terkadang kami kecil hati melihat orang mendapatkan bantuan, sementara keadaan kami yang seperti ini malah justru tidak ada perhatiannya. 

Kami Berharap Kepada penribtah Pusat, Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara Agar Membuka Mata Hatinya dan Memperhatikan Rakyat kecil Sepeti Kamai. harapnya (Hendra)

BNNP PB Ajak Masyarakat Tolak Narkoba


Laporan : Adrian E.A Kairupan
Wartawan Tabloid Aktual

MANOKWARI, -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua Barat mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Hal ini diungkapkan dalam kegiatan komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) P4GN melalui Media Konvensional kepada Masyarakat di Udapi Hilir dengan jumlah peserta 40 orang dan Narasumber 2 orang yaitu Kepala BNNP Papua Barat dan Kasie Dayamas BNNP Papua Barat.
"Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli bahaya narkoba guna memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba," kata Kepala BNN Provinsi Papua Barat, Drs. Untung Subagyo, saat memberikan sosialisasi, Selasa (17/10/17) lalu.
Subagyo menyebutkan, tidak ada satu pun wilayah di Indonesia yang saat ini terbebas narkoba. Karena itu, dibutuhkan peran serta masyarakat memberantasnya. Dimana perkembangan masalah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba sekarang ini menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan penelitian BNN dan Puslitkes UI pada 2016, kata dia, prevalensi penyalahgunaan narkoba secara nasional sebesar 2,21 persen. Atau setara dengan jumlah 4,17 juta lebih penduduk Indonesia pada usia 10 hingga 59 tahun.
"Jumlah pencandu atau korban penyalahgunaan narkoba telah tersebar ke seluruh lapisan lapisan masyarakat. Artinya, tidak satu pun wilayah yang terbebas narkoba," kata dia.
Subagyo menyebutkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika mengamanahkan peran serta masyarakat. Di mana masyarakat diberi ruang seluas-luasnya berperan aktif dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba atau P4GN, kata dia.
Oleh karena itu, sebut dia, BNN Provinsi Papua Barat terus berupaya mengajak untuk lebih peduli terhadap bahaya narkoba dengan mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan barang terlarang tersebut.
Kepala BNNP Papua Barat, Drs. Untung Subagyo  Selaku Narasumber. Dalam Pemaparannya  juga menyampaikan Tentang Jenis-Jenis Narkoba Dan Bahayanya, dan juga Narasumber kedua oleh Kasie Dayamas BNNP Papua Barat Stanly N. Taghupia, SH menyampaikan tentang Aspek Hukum dan Modus Operandi Tindak Pidana Narkotika.
Narasumber  juga mengajak peserta agar selalu waspada mengingat kondisi Indonesia yang sedang dalam keadaan darurat narkoba. Karena penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sudah menyerang kesemua lapisan, dan demi terwujudnya lingkungan masyarakat bersih dari narkoba, peserta diharapkan mau membentengi diri dengan iman dan taqwa serta mau mnjadi perpanjang tangan BNN untuk menyampaikan bahaya narkoba kepada keluarga dan lingkungan sekitar/masyarakat setempat.
Diharapkan Melalui program KIE P4GN ini, masyarakat bisa lebih paham mengenai berbagai dampak buruk penyalahgunaan narkoba dan membangun pemahaman untuk berkomitmen menolak penyalahgunaan narkoba. (ian)



Dinas Kesehatan Lampung Utara, Anggap Enteng Wabah Penyakit Kusta


Laporan : Hendra
Wartawan Tabloid Aktual

KOTABUMI- Program pencegahan, penanggulan penyakit menular dan pelayanan Masyarakat Miskin yang di Canangkan Pemerintah Pemerintah Pusat Tidak berjalan dengan Baik.

Pasalnya, Terkait Pemberitan penyakit Kusta yang Di Alami Samsudin  Warga Dusun Tujuh  Desa Pulau Panggung Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara, penyakit Tersebut di Angap  Dinas Kesehatan setempat penyakit Biasa Saja. Di karenakan Tidak Heboh dan Piral  papar Nely Kepala bidang  pencegahan pengendalian penyakit (P2P) saat di Temui di Tempat kerja. (19/10/17)

Saat di Ditanya Langkah strategis Apa yang akan di Lakukan.  Neli  Kabid P2P mewakili Kepala dinas Maya meitisa mengatakan, Kami sudah melakukan Sosialisasi, Hasilnya di tahun 2017 Ada 16 Kasus penyakit Kusta yang Kami tangaini, Namun penyakit tersebut Masuk dalam Program kesahatan  Di karenakan jenis penyakit yang tidak piral atau Heboh  dalam penanganan TidaK Terlalu di pikirkan. Ujarnya

Lanjutnya,Dalam pelayanan dirinya mengakui Tim dinas kesehatan Sudah turun Kelapangan  melakukan Sosialisasi, Menurutnya penyakit Kusta itu temasuk kategori penyakit yang tidak membahayakan. Pungkasnya (Hdr)

Minggu, 15 Oktober 2017

Dinas Perikanan Latih 5 Kecamatan Pengelolaan Ikan Air Tawar



Laporan : Sugenk
Wartawan Tabloid Aktual

ASAHAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan melalui Dinas Perikanan terus melaksanakan pembinaan dan pelatihan terhadap kelompok masyarakat di 5 Kecamatan dalam menggelola ikan air tawar.(11/10)

Kepala dinas Perikanan Asahan, Oktoni Eryanto, Rabu saat membuka pelatihan di Kecamatan Air Joman mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk memanfatkan keberadaan ikan air tawar sehingga keberadaannya benar-benar dapat dimanfaati dengan maksimal.

“ Bila keberadaan ikan air tawar dikelola dengan baik dan benar pasti akan mendatangkan keuntungan yang sangat menjanjikan. Maka itu saya berharap peserta benar-benar mengikuti kegiatan ini secara keseluruhan,” ucap Oktoni kepada peserta.

Dari pelatihan tersebut, Oktoni beraharap kepada ke 5 Kecamatan yang diberikan pelatihan dapat menjadi daerah yang dikenal dengan pengelolaan ikan air tawar sehingga kedepan masyarakat bisa langsung mengetahui daerah penggelola ikan air tawar. 

“ Kita harapkan ke 5 daerah ini bisa mewakili Asahan terhadap keberadaan ikan air tawar,” sebut Oktoni, sembari mengatakan pelatihan diikuti 25 peserta setiap Kecamatan.

Sementara itu, Camat Air Joman yang diwakili Sekcam, M Nainggolan mengucapkan terimkasih kepada Dinas yang menunjuk Air Joman sebagai penggelolaan ikan air tawar , karena hal ini sangat baik bagi masyarakat Air Joman. “ tentunya dengan pelatihan ini bisa mendapat pengetahuan warga terhadap ikan air tawar serta mudah-mudahan dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Sekcam.

Dari pantauan Wartawan Berita Aktual warga sangat antusias mengikuti pelatihan pengelolaan ikan air tawar, hal ini ditunjukkan dengan kehadiran yang tepat waktu dan selalu mengikuti rangkaian kegiatan secara keseluruhan.

Adapun Kecamatan yang mendapat pelatihan yakni Kecamatan Tanjung Balai, Setia Janji, Simpang Empat, Air Joman dan Kecamatan Sei Dadap. Materi yang disampaikan oleh Dinas Perikanan kepada peserta diantaranya memberikan makanan ikan bergizi dan berimbang, pengelolaan ikan air tawar dan lainya.(Sugenk/Bima)

KOTA PASURUAN DIGEGERKAN PENEMUAN MAYAT TANPA INDENTITAS

Laporan - H. Syafi'ar Wartawan AKTUAL PASURUAN - Masyarakat Desa Ngemplak Rejo , Kecamatan Panggung , Kota Pasuruan,...