Senin, 02 Mei 2016

BUPATI BONDOWOSO RESMIKAN DESA LEPRAK SEBAGAI DESA KAMPUNG KB


BONDOWOSO - Keberhasilan program Keluarga berencana  KB akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dan kesejahteraan keluarga pra-sejahtera untuk menuju yang lebih baik. Kali ini  Dusun Parseh Desa Leprak Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso, resmi menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB). Acara tersebut resmi dibuka oleh Bupati Bondowoso Drs H. Amin Said Husni pada Kamis 21/4/2016, dihadiri oleh Kepala BKKBN Pusat dr. Surya Chandra Surapaty serta Kepala BKKBN Jawa Timur Dwi Listyawardani, Wakil Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin, jajaran Forpimda, para Camat sekabupaten  serta ketua timpenggerak PKK tingkat kabupaten dan kecamatan. Turut hadir pula kepala SKPD Kabupaten Jember, Situbondo, Banyuwangi dan Lumajang serta undangan yang lain.
            Bupati Bondowoso dalam sambutanya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, dalam upaya mensejahterakan masyarakatnya mengalami banyak tantangan. Salah satunya yaitu wilayah Kabupaten Bondowoso yang 40 persen penduduknya bermukim di wilayah perbukitan. ”Para Kader –Kader KB yang ada dilapangan kadang -kadang harus naik turun perbukitan untuk menuju warga yang menjadi binaanya. Ini merupakan tantangan tersendiri’’.
            Bupati juga menambahkan, pencangan Kampung KB ini sangat penting. Karena program ini diharapkan bisa menekan angka pernikahan dini yang masih tinggi di Kabupaten Bondowoso. “Nantinya dengan program ini, BKKBN bisa bekerja sama dengan pihak kementrian Agama agar bisa menekan angka pernikahan dini tersebut,’’pungkasnya.
            Sementara itu menurut dr. Surya Candra Surapaty selaku Kepala BKKBN pusat mengatakan, ” Saya mengapresiasi Bapak Bupati Bondowoso, H. Amin Said Husni, atas terselenggaranya pencanangan Kampung KB,y ang merupakan arahan dari Presiden RI Joko Widodo untuk menggaungkan kembali atau merevitalisasi program KB”, katanya.
            Ia mengemukakan, pencanagan Kampung  KB  dalam rangka untuk mensukseskan program prioritas pemerintah yang terangkum dalam Nawa Cita.   “Pencanagan ini dalam rangka membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat perdesaan yang merupakan agenda ketiga Nawa Cita, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia atau agenda kelima dari Nawa Cita dan melakukan revolusi karakter bangsa atau agenda nomer delapan Nawa Cita” .
          Diharapkan pencanagan Kampung KB ini dapat menyelenggarakan pelayanan KB bagi keluarga kurang mampu, pemberian fasilitas bagi keluarga yang memiliki belita, remaja atau lansia, pemberian edukasi dan advokasi tentang kesehatan reproduksi remaja untuk tidak melakukan seks pra nikah dan tidak menikah pada usia dini”, paparnya. (dar)                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOTA PASURUAN DIGEGERKAN PENEMUAN MAYAT TANPA INDENTITAS

Laporan - H. Syafi'ar Wartawan AKTUAL PASURUAN - Masyarakat Desa Ngemplak Rejo , Kecamatan Panggung , Kota Pasuruan,...