Minggu, 25 Februari 2018

3 PRIA ASAL JATENG PELAKU PENCULIKAN DI RINGKUS POLISI




LUMAJANG -   Saiyen (11), bocah yang bertempat tinggal didusun Timur Sawah, Desa. Pandanwangi Kec. Tempeh setelah dua hari ditangan penculik akhirnya kembali kepangkuan orang tuanya.
Bermula dari aksi nekad para penculik ini lantaran Rozi orang tua angkat M. Saiyen yang memiliki perjanjian piutang dengan para pelaku penculik kerap tidak pernah mau menemui saat hendak menagih piutang yang sebelumnya sudah terjadi antara kedua belah pihak ini.

"Para pelaku ini merasa kesal, karena setiap kerumah Rozi dengan tujuan menagih hutang kerap tidak pernah ditemui", Ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang  AKP. Roy Aquary Prawirosastro , SH, saat menggelar Press Reallese dilobi Kantor Polres Lumajang, Sabtu (24/2/2018).

Para pelaku penculik bocah dibawah umur ini berharap usahanya dengan menculik M. Saiyen agar dapat perhatian serius dari Rozi untuk segera melunasi hutangnya, namun kenyataannya bukan demikian malah ketiga pelaku ini harus meringkuk dibalik jeruji besi tahanan polres Lumajang.

Setelah Polisi mendapat laporan dari Rozi pada hari Rabu (21/2/2018), kemudian polisi melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan kedua pelaku yang bernama Triyono alias Lopon, (35) warga Dusun. Gender Rt. 01 Rw. 06, Desa. Ngunut, Kec. Jumantono, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah dan satu rekannya yang bernama  Anang Bowo Prastowo, (41) warga Dusun. Kedungunut, Rt. 01 Rw. 08, Desa. Plosorejo, Kec. Matesi, Kab. Karanganyar, Prop. Jawa Tengah, keduanya ditangkap pada keesokan harinya setelah pelaporan Rozi ke Polres Lumajang, dan pada hari Kamis (22/2/2018) sekitar pukul 04.00 WIB bertempat didepan SPBU Kec. Sukodono tepatnya di Jl. Sukarno Hatta Desa. Kutorenon Kec. Sukodono, Kab. Lumajang, kedua pelaku berhasil ditangkap dan sekaligus pembebasan M. Saiyen, sementara seorang pelaku lainnya yang bernama Triyono Alias Trondol, (34), warga Kec. Jumantono, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah tidak ikut dalam rombongan tersebut.

"Para pelaku ini kami amankan di depan SPBU Sukodono, saat diamankan keduanya tidak melakukan perlawanan",Paparnya.

Untuk menuntaskan pengungkapan kasus penculikan anak dibawah umur ini, Polres Lumajang Langsung berkoordinasi dengan jajaran Resmob Polres Karanganyar, guna melakukan penangkapan salah seorang pelaku yang belum tertangkap.

"Selain ketiga orang TSK, satu unit mobil jenis minibus juga sudah kami amankan sebagai barang bukti umtuk lebih lanjut pungkasnya, (lkt/ amer)


--
Kirim dari Fast Notepad

KEPERDULIAN SANG KAPOLRES KEPADA MASYARAKAT YANG MENIMPA KH.MUFTABA ABDUSSHOMAD PENGASUH PONPES AL-HIDAYAH DISUKOREJO KABUPATEN PASURUAN



Laporan - M. Aziz. S/ Joko. S
Wartawan AKTUAL 

PASURUAN - Mengenai isu yang beredar KH.Muftaba Abdusshomad yang diserang orang yang tak dikenal,Kapolres AKBP Raydian,SIK,MH mengajak Awak Media untuk langsung Wawancara di Pondok Pesantren AL-HIDAYAH,bahwa isu penganiayaan tidak benar.

Sabtu(23-02-2018) Kapolres AKBP Raydian Kokrosono,SIK,MH,Kompol Subadar,SH,AKP Budi Santoso,SH dan beserta rombongan bersama KH.Muftaba Abdusshomad berkumpul di ruang tamu untuk memberi penjelasan kepada awak media.

Dengan penuh senyum AKBP Raydian kokrosono,SIK,MH menjelaskan dari beberapa saksi,Bahwa orang yang di anggap gila adalah saudara KH.Muftaba Abdussalam yang sudah lama tidak pernah bertemu sejak tahun 1993.kedatangan orang tersebut membuat kaget kepada KH.Muftaba Abdusshomad,sempat KH.Muftaba abdusshomad menganggap orang tersebut peminta minta,tapi setelah diperhatikan KH.Muftaba Abdusshomad mengingatnya kalau orang tersebut saudaranya yang pernah mengalami gangguan jiwa.Lalu KH.Muftaba Abdusshomad mengajak berjabatan tangan kepada orang tersebut,KH.Muftaba Abdusshomad kaget karena orang tersebut langsung menarik tangan,karena kondisi KH.Muftaba Abdusshomad pasca oprasi tulang belakang 2(bulan) yang lalu,beliau akhirnya jatuh dari tempat tidur.karena ketakutan dengan kondisi saudaranya, KH.Muftaba abdusshomad berteriak meminta tolong disekitar pondok untuk minta bantuan,akhirnya orang tersebut diamankan tanpa ada perlawanan(23.02.18/09.55)


Dari saksi-saksi ahli yang telah ditemukan AKBP Raydian Kokrosono,SIK,MH juga menjelaskan pada awak media,orang tersebut bernama selamet Nuryadi bahwa orang tersebut pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa DR.RADJIMAN WEDIADI NINGRAT di lawang sejak November 2016 dari keterangan dokter muda yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa yang sangat berat,selamet nurhadi terakhir berobat tanggal(11 January 2017) semestinya selamet nurhadi kembali lagi berobat tanggal(11 February 2018).

Setelah awak media menerima penjelasan dari AKBP Raydian Kokrosono,SIK,MH.Penjelasan tersebut dibenarkan oleh KH.Muftaba Abdusshomad dan KH.Muftaba Abdusshomad sudah mema'afkan perilaku saudaranya.Akan tetapi AKBP Raydian kokrosono,SIK,MH tetap tegas demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat kabupaten pasuruan  membuat tim kusus untuk penyelidikan  biar tidak ada kejadian terulang kembali dan juga menjelaskan bahwa kasus ini di back up Polda jawa timur.(m.aziz.s)

Ratusan warga Dusun Sambi Cilik, Desa Gayam melakukan aksi menyegel alat barat di lokasi proyek SPAM Umbulan





PASURUAN – Ratusan warga Dusun Sambi Cilik, Desa Gayam, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, melakukan aksi segel alat barat di lokasi proyek SPAM Umbulan. Aksi ini dilakukan lantaran mereka kecewa, menuntut dana kopensansi yang dijanjikan oleh pihak pengelolah proyek SPAM Umbulan, yang hingga kini belum terealisasi, karena belum ada kesepakatan yang sah dari pihak pengembang kepada warga,(23/02/2018).

Warga menuntut pada PT CPM ( Cipta Panji Manungal), untuk segera merealisasikan pembayaran dana konpensasi warga atas dampak yang ditimbulkan dari proyek tersebut. Pasalnya, dana konpensasi bagi warga akan diberikan sebelum proyek tersebut dikerjakan.

Tuntutan warga itu sendiri sesuai harga pembayaran kebijakan dana konpensasi bagi warga yang terdampak langsung maupun tidak langsung.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu koordinator lapangan bernama Kholil(26) warga setempat saat ditemui di lokasi. Ia mengatakan bahwa sampai saat ini masih belum ada kejelasan dari pihak pengembang tentang konpensasi yang diberikan kepada warga.

“Kami meminta konpensasi untuk tiap rumah yang terdampak langsung maupun tidak langsung yaitu senilai Rp 200 ribu perhari, dan bagi warga yang mempunyai kendaraan juga diberikan haknya untuk uang evakuasi karena tidak bisa dilewati,” terang Kholil.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan masih belum ada keterangan resmi dari pihak pengembang terkait tuntutan warga tersebut. 

Kamis, 22 Februari 2018

IBU KEPALA DESA PULO MENGELOLA DANA DD SESUI DENGAN PROSPEK AGARAN THN 2017 KAB LUMAJANG




Laporan – Lukito/ Toriyanto
Wartawan  AKTUAL

 LUMAJANG  - Dana yang di klola dengan agaran DD (APBN)TH 2017  dengan dana.87.938,900  yang merupakan dengan pekerjaan rabat beton  di dusun krajan RT 03RW 04  di desa pulo. Kec tempe KAB Lumajang  dengan pajang 347X 2,10  cm  merupskan swatu tantangan sebagai kepala desa demi untuk masarakat desa pulo  dan untuk keberdian dan kesehatan lingkunggan walopun  di katakan segai kepala desa walopun perempuan Ibuk NELI KHURIYAH  teryata bisa untuk melestarikan pembangunan  walopun bukan jurusan yang di hadapi ini.


Menurut keterangan IBUK NELI KHURIYAH  sebagai kepala desa pulo yang penting tidak lain kerja samanya dan apabila tidak bisa apa yang mau di kerjakan kita bicarakan bersama setela itu kelir baru di kerjakan  sesuwai dengan agaran yang kita  bahas/ yang kita agarkan dengan macam macam bangunan yang kita laksanakan  yang kita  jaga terutama mutuh  campuran dan  lebar/panjang  insah,alloh kaloh kita  semua dengan punuh dengan ke hati hatian dalam mengerjakan sesuwatu perkerjaan apa pun sesuwai dengan RAP  yang hasil kita bahas bersama masarakatpun  ikut senang dengan adanya bangunan rabat beton ysng ada di depan rumanya.

Nah disitula untuk melaksanakan agaran dana DD (APBN ) THN  2017 yang di kucurkan oleh Negara makah sebagai ibu  kepala desa perlu sangat dengan ke hati hatian   untuk melaksanakan  pembangunan  demi warga desa pulo  makah setela semua dengan bangunan molai dari rabat beton dan TK/  PAUT  wargapun ikut senang  nah itu memang yang di harapkan oleh masarakat desa pulo Kec TEMPE  kata Ibu Kepala Desa ujarnya  memang semua tah lepas dari ke bersamaan xklas trasparan ter,bukah insahalloh amanah dan berguna selama lamanya tuturnya (lkt / toriyanto)


--
Kirim dari Fast Notepad

SOSIALISASI DALAM RANGKA PENGAWASAN PEMILU PARTISIPATIF KEPADA MASYARAKAT




Laporan - M. Aziz. S/Joko. S
Wartawan AKTUAL

PASURUAN -   PANWASLU Kabupaten Pasuruan mengadakan sosialisasi tentang pengawasan pemilihan gubenur dan wakil gubenur provinsi jawa timur,Pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten pasuruan tahun 2018 bersama lembaga swadaya masyarakat(LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia(GMBI) yang terpilih sebagai pemantau pemilu 2018 dengan narasumber Muhammad Nasruf, SH (Devisi hukum) dan Achmari di Lesehan Pring Kuning Purwosari Kabupaten Pasuruan.(20.02)

          Dalam rangka pembukakan sosialisasi tersebut Muhammad Nasruf, SH menyampaikan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dalam rangka pemantauan pemilu partisipatif masyarakat supaya berhati-hati dalam menjalankan tugas.harus profisional dan berpegangan pada aturan yang ada.

          Muhammad Nasruf, SH juga menghimbau kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI)  untuk pemantauan tidak boleh menangani tindakan sendiri kepada yang melanggar,setiap ada pelanggaran pemantau pemilu harus melaporkan ke panwaslu.karena wewenang tindakan kepada pelanggaran pemilu yang bertanggung jawab panwaslu.
 Achmari menyampaikan pendapat pada seluruh anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) sebagai petugas pemantau tidak boleh ikut kampanye dan mempengaruhi rakyat untuk memilih.petugas pemantau harus netral,karena petugas pemantau berperan penting untuk suksesnya pemilu tahun 2018.

         Sosialisasi yang berjalan mulai pukul 10.00 wib - 02.00wib wib diterima penuh semangat kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), satu-satunya lembaga yang ditunjuk sebagai pemantau pemilu 2018 Kabupaten Pasuruan yang di ketuai Asyari dan didapingi oleh ketua Advokakasi LSM GMBI Advokat Ridwan Saleh, SH bersama beberapa perwakilan setiap kecamatan LSM GMBI se Kabupaten Pasuruan.

          Di akhir acara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Asyari menyampaikan ke anggota agar selalu menjaga nama lembaga dan dilanjut dengan  membagikan tiga (3) peganggan (GMBI) untuk seluruh perwakilan perkecamatan se Kabupaten dan Kota Pasuruan yang hadir..(m.aziz.s)

KOTA PASURUAN DIGEGERKAN PENEMUAN MAYAT TANPA INDENTITAS

Laporan - H. Syafi'ar Wartawan AKTUAL PASURUAN - Masyarakat Desa Ngemplak Rejo , Kecamatan Panggung , Kota Pasuruan,...