Kamis, 05 Mei 2016

DIGAGAS ROEMAH POEISI INDONESIA


TEGAL - Keberadaan Dewan Kesenian Kota Tegal yang saat ini carut marut dalam kondisi "matisuri " membuat gerah seorang pegiat seni sastra dari Tegal yaitu Mameth Soewargo dan Bontot Sukandar, sehingga mereka berdua menggagas sebuah Roemah Poeisi Indonesia di Kota Tegal.
Kegiatan awal dengan mengadakan sebuah Diskusi Sastra pada bulan April lalu di sebuah warung lesehan "Yu Rasem" tepatnya didepan Gedung Wanita Tegal.
          "Kami sengaja mengadakan kegiatan ini di warung yu Rasem karena suasananya lebih santai dan humanis, ketimbang didalam gedung  yang berkesan formal.  Kegiatan ini Insya Allah akan kami agendakan tiap sebulan atau dua bulan sekali.dengan bentuk Diskusi Sastra tentang bagaimana proses kreatif para seniman dalam menghasilkan karya sastranya baik itu puisi, cerpen maupun yang lainnya" terang Mameth.
         Sementara itu Bontot Sukandar lebih jauh mengatakan, bahwa kewajiban seniman adalah berkarya meskipun terkadang harus menghadapi berbagai tantangan.
          "Dewan Kesenian boleh matisuri tetapi seniman tidak harus berhenti berkarya", ucap Bontot yang tidak pernah berhenti untuk selalu berkarya dalam berbagai kegiatan sastra.
          Lebih jauh dikatakan, meski kegiatan dilakukan di sebuah warung lesehan namun semangat para pegiat sastra sangat antusias, seperti kegiatan yang pernah dilakukan pada Diskusi Sastra bulan April lalu.
          "Besok tanggal 8 Mei akan diadakan diskusi sastra dengan menghadirkan dua orang Narasumber dari Semarang", ktanya lagi. (ali)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOTA PASURUAN DIGEGERKAN PENEMUAN MAYAT TANPA INDENTITAS

Laporan - H. Syafi'ar Wartawan AKTUAL PASURUAN - Masyarakat Desa Ngemplak Rejo , Kecamatan Panggung , Kota Pasuruan,...