Selasa, 05 April 2016

Usut Proyek Pembangunan Relokasi Rumah Pusong




LANGSA - Terkait adanya laporan warga di seputar lokasi pembangunan rumah pusong yang menyatakan bangunan tersebut dikerjakan asal jadi,membuat sejumlah media melakukan investigasi ke lapangan,belum lama ini,setelah ditelusuri ternyata benar adanya.
           Proyek pembangunan  relokasi rumah pusong dari kementrian pekerjaan umum (PU) dan perumahan rakyat sebanyak 50 unit di nilai pengerjaan nya amburadul.Hal itu dapat di lihat dari kwalitas bahan bangunan yang digunakan seperti kayu kusen,daun pintu,dan juga papan resplang.Bahkan plafon(langit-langit)rumah semua menggunakan bahan kayu berkwalitas rendah,sehingga kondisi bangunan  pun di duga sudah banyak yang retak,bahkan bangunan  ada yang miring.
           Beberapa bangunan pun tidak siku dikerjakan,sehingga bangunan banyak yang miring.jika diserahkan kepada masyarakat pengguna di khawatirkan berpotensi roboh.''Dinding bangunan menggunakan bahan batako berkwalitas rendah,membuat ketahanan fisik bangunan diragukan,ungkap warga.Warga juga mengatakan,belum satu tahun bangunan  dikerjakan kondisinya mulai hancur,kami selaku warga ragu untuk menepati rumah bantuan itu,alasanya di khawatirkan kan roboh.
            Pelaksanaan proyek ketika mau dikonfirmasi Wartawan tidak ditemukan,namun yang berhasil ditemui hanyalah pengawas lapangan.Saat ditanyakan kondisi bangunan dia mengatakan,pihak nya akan merenovasikan kembali bangunan yang rusak,ungkap nya.Namun ketika ditanyakan bagaimana rumah yang kondisi pembuatan nya tidak siku,Iwan pengawas  lapangan menghindar dari pertanyaan wartawan.Ia berdalih itu kesalahan tukang suatu pembuatan nya,mereka tidak menarik benang yang benar jadi mau apa lagi,sebut nya dengan nada pasrah.
  Proyek pembangunan rumah bantuan untuk masyarakat pusong bersumber dari Dana APBN berkisar Rp 5.621.611.000.- dengan no kontrak :KU.08.08/PK PRK WLI/satker-PRK RKN.15-19-07, Perencanaan PT.Nabela Karya Abadi.Sedangkan pelaksanaan PT.Aceh Megahna Lingke dan pengawas PT.Indah Karya (persero) mulai pekerjaan pada 13/7/2015 dan tanggal selesai pekerjaan 29/12/2015.
             Jumlah dana yang terserap dalam pembangunan tersebut terbilang besar,namun tidak sesuai dengan fisik bangunan yang ada.patut kita duga adanya mark up,sehingga berpeluang untuk memperkaya diri  pribadi maupun kelompok tertentu.untuk itu diminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas mega proyek bernilai milyaran rupiah yang bersumber dari negara dan bila terbukti tangkap dan penjarakan palakunya. (siti)

Kades Sukamaju Mengeluhkan Kurangnya Listrik


LAMANDAU – Kondisi dan situasi di wilayah Desa Sukamaju, Lamandau pada umumnya aman dan masyarakatanya merasa tenteram. Namun menurut Kepala Desa Sukamaju, Ny. Winarsih, masyarakat mengeluhkan kurangnya aliran listrik PLN. Bahkan untuk penerangan jalan, kata Kades, pihaknya  selalu mengadakan swaaya melakukan kertjabhakti bersama masyarakat.
Selama ini, kata Winarsih, pihaknya tidak pernah menerima bantuan. Bhkan  CSR dari perusahan tidak pernah memberikan bantuan kepada Desa Sukamaju. “Kami tidak pernah mecoba meminta bantuan kepada perusahan karna”, kata Winarsih.
          Menurut di ada informasi bahwasanya sangatlah sulit untuk meminta bantuan CSR. Desa Sukamaju hanya menggunakan diesel dan minyak solar saja untuk penerangan malam hari. “Mudah-mudahan dimasa mendatang, Pemkab Lamandau memberikan bantuan penerangan listrik PLN”, katanya. (sahwandi)

Polsek Karawaci Gelar Ops Cipta Kondisi di Jalan Merdeka


TANGERANG - Kepolisian Sektor Karawaci menggelar Operasi Cipta Kondisi (Ops Cikon) di Jl. Merdeka Kecamatan Karawaci Kota Tangerang. Pada hari Sabtu, pukul 00.20 WIB dini hari.
          Operasi yang dimaksud dipimpin langsung oleh Kapolsek Karawaci, Kompol Munir Yaji. Dan personel yang diterjunkan sebanyak 90 (sembilan puluh) personel gabungan. Dimana, 44 personel dari Polsek Karawaci, 6 personel dari unsur TNI, 20 personel dari Sat Pol PP Kecamatan Karawaci, dan 20 dari Pokdar (Kelompok Sadar) Kamtibmas Polsek Karawaci.
          Sasaran utama dalam Ops kali ini bukan hanya berupa kelengkapan surat-surat kendaraan dan pengemudi/pengendara, melainkan diperluas hingga Narkoba dan Senpi. "Sasarannya adalah Miras, senjata tajam, senjata api, dan narkoba", demikian kata Kapolsek Karawaci.
          Sejauh pantau media Tabloid AKTUAL di lapangan, tidak ada kendaraan yang luput dari pemeriksaan, baik Kendaraan Roda Dua maupun Kendaraan Roda Empat atau lebih. Selain melakukan pemeriksaan kelengkapan dalam berkendara, personel gabungan juga melakukan pengecekan kondisi kendaraan, pemeriksaan barang bawaan, hingga penggeledahan  badan terhadap pengemudi/pengendara dan penumpangnya.
         Hingga Ops berakhir, hanya terdapat 17 yang terkena ganjaran tilang petugas, dengan barang bukti STNK sebanyak 16 dan 1 SIM. Hal ini merupakan suatu kebanggaan dan bukti terciptanya keamanan di wilayah hukum Polsek Karawaci, karena tidak ditemukannya Sajam, Senpi, Narkoba, dan sebagainya.
          "Minimnya angka kriminalitas dan hal-hal yang tidak diinginkan merupakan berkat terjalinnya kerja sama yang baik, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan Pokdar Kamtibmas Sektor Karawaci", tutup Kompol Munir Yaji. (syukur rahmat halawa)

Agenda Musrenbang Kabupaten Asahan Tuntaskan Pembangunan


ASAHAN - Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simtupang MAP menegasakan kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan para Camat bahwa perencanaan pembangunan Kabupaten Asahan kedepan beragenda “ Tuntaskan” .
          Proritas “ Tuntaskan” tersebut disampikan Bupati Asahan dalam acara musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Asahan di tahapan verifikasi usulan program pada hari kedua. “ Tahun 2017, arahan pembangunan Asahan adalah tuntasakan,” demikian kata Bupati Asahan di Gedung Olahraga Kisaran, Rabu, 23 Maret 2016.
          Rencana pembangunan, kata Bupati Asahan harus sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Asahan dan  harus sesuai dengan arahan kebijakan RPJMD 2016-2021. Maka itu diminta semua SKPD, Camat dan Kepala Desa mengajukan rencana pembangunan sesuai hasil musrenbang tingkat Desa dan Kecamatan.
          “ Saya lihat banyak hasil musrenbang di ingkar janji oleh pihak Desa. Saya minta jangan persulit apalagi membahayakan diri. Maka itu Kades harus lebih kreatif dan paham aturan,” kata Bupati.
          Terkait dengan arah kebijakan pembangunan, Bupati Asahan kembali menegasakan ada beberapa pembangunan yang harus dituntasakan. Diantaranya pembangunan jalan mantap, pengendalian banjir, mengangkat harkat dan martabat fakir miskin, pembangunan masjid Agung Kisaran, pembangunan hutan kota dan program pembangunan lainya.
          Sedangkan pembangunan bidang infarstruktur meliputi irigasi, drainase, air bersih, jalan dan jembatan, pendidikan dan saranan kesehatan. Selain itu kebijakan Pemkab untuk membangun Kecamatan dilakukan secara bertahap.
          Untuk tahun 2017, ada 12 Kecamatan yang lebih dahulu akan diproritasakan pembangunan infarstruktur, kemudian tahun 2018 ada 13 Kecamatan dan pada tahun 2021 penuntasan pembangunan di 25 Kecamatan.
          “ Saya ingatkan tidak ada pembangunan fisik di perubahan APBD, pembangunan fisik ditampung di APBD induk. Saya juga harapkan kita semua dapat memahami kebijakan  rencana pembangunan yang dilakukan Asahan kedepan,” kata Bupati Asahan.
          Dari pantauan musrenbang, satu persatu SKPD dan Camat mengajukan rencana pembangunannya untuk dilakukan verifikasi oleh tim Kabupaten. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesalahan dalam mengusulkan pembangunan.
          Sebelumnya, musrenbang dihari pertama dilakukan di aula Melati Pemkab Asahan yang dibuka oleh Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc berharapkan SKPD dapat menterjemahkan dan menjabarkan program pembangunan Kabupaten Asahan sesuai dengan visi dan misi. Musrenbang juga dihadiri oleh sejumah Anggota DPRD Asahan, pihak BUMN, LSM Wartawan, tokoh masyarakat dan undangan lainya.
Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simtupang MAP menegasakan kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan para Camat bahwa perencanaan pembangunan Kabupaten Asahan kedepan beragenda “ Tuntaskan” .
          Proritas “ Tuntaskan” tersebut disampikan Bupati Asahan dalam acara musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Asahan di tahapan verifikasi usulan program pada hari kedua. “ Tahun 2017, arahan pembangunan Asahan adalah tuntasakan,” demikian kata Bupati Asahan di Gedung Olahraga Kisaran, Rabu, 23 Maret 2016.
          Rencana pembangunan, kata Bupati Asahan harus sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Asahan dan  harus sesuai dengan arahan kebijakan RPJMD 2016-2021. Maka itu diminta semua SKPD, Camat dan Kepala Desa mengajukan rencana pembangunan sesuai hasil musrenbang tingkat Desa dan Kecamatan.
          “ Saya lihat banyak hasil musrenbang di ingkar janji oleh pihak Desa. Saya minta jangan persulit apalagi membahayakan diri. Maka itu Kades harus lebih kreatif dan paham aturan,” kata Bupati.
          Terkait dengan arah kebijakan pembangunan, Bupati Asahan kembali menegasakan ada beberapa pembangunan yang harus dituntasakan. Diantaranya pembangunan jalan mantap, pengendalian banjir, mengangkat harkat dan martabat fakir miskin, pembangunan masjid Agung Kisaran, pembangunan hutan kota dan program pembangunan lainya.
          Sedangkan pembangunan bidang infarstruktur meliputi irigasi, drainase, air bersih, jalan dan jembatan, pendidikan dan saranan kesehatan. Selain itu kebijakan Pemkab untuk membangun Kecamatan dilakukan secara bertahap.
          Untuk tahun 2017, ada 12 Kecamatan yang lebih dahulu akan diproritasakan pembangunan infarstruktur, kemudian tahun 2018 ada 13 Kecamatan dan pada tahun 2021 penuntasan pembangunan di 25 Kecamatan.
          “ Saya ingatkan tidak ada pembangunan fisik di perubahan APBD, pembangunan fisik ditampung di APBD induk. Saya juga harapkan kita semua dapat memahami kebijakan rencana pembangunan yang dilakukan Asahan kedepan,” kata Bupati Asahan.
          Dari pantauan musrenbang, satu persatu SKPD dan Camat mengajukan rencana pembangunannya untuk dilakukan verifikasi oleh tim Kabupaten. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesalahan dalam mengusulkan pembangunan.
          Sebelumnya, musrenbang dihari pertama dilakukan di aula Melati Pemkab Asahan yang dibuka oleh Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc berharapkan SKPD dapat menterjemahkan dan menjabarkan program pembangunan Kabupaten Asahan sesuai dengan visi dan misi.
Musrenbang juga dihadiri oleh sejumah Anggota DPRD Asahan, pihak BUMN, LSM Wartawan, tokoh masyarakat dan undangan lainya. (kabiro)

Senin, 04 April 2016

TEGAS DAN PASTI AKHMAD SAYUTI DALAM MEMIMPIN DESA



                    

Akhmad Sayuti
                SITUBONDO - Pada bulan oktober 2014 Akhmad Sayuti dilantik sebagai PJ (penjabat desa) Selomukti kecamatan Mlandingan Situbondo, dimana beliau sangatlah tekun dan sportif dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin desa, diperkuat dengan keterangan salah satu warga  yang  merupakan salah satu tokoh masyarakat didesa selomukti menerangkan bahwa ; Bapak Akhmad Sayuti ini meski sebelumnya sebagai SEKDES dan sekarang menjadi Pj didesa Selomukti ,beliau menurut sepengetahuan atau pengamatan tokoh itu,Akhmad Sayuti seperti tidak ada selisih dengan kepala desa yang sudah berakhir masa jabatannya itu, pak Akhmad Sayuti ini,selain telaten dan ramah, juga sabar mas..pak tingginya juga gitu mas .
dan salutnya lagi PJ ini tidak pernah meninggalkan tugas  meski sesibuk apapun beliau tetap masuk kantor mas...tutur warga yang juga ditokohkan didesanya.
     Benar-benar patut dicontoh oleh PJ’’ yang lain tentunya. dan beliau saat ditemui dikantornya dan sempat di konfirmasi seputar lingkup dalam menjalankan tugasnya sebagai petiggi desa meuturkan pada wartawan Berita Aktual waktu lalu,.. Namanya kewajiban sebagai pelayan masyarakat seperti saya ini mas...ya emang berat dan perlu tenaga ekstra mas,baik dalam fisik juga yang  lain, tapi selama saya menjabat... maaf bukannya saya ini riak dan ujub mas...saya ini belum pernah keteteran atau ada tugas yang tidak terlaksanakan apapun itu..karena jika dikantor tidak selesai saya kerjakan dirumah saya lembur mas...kenapa...? agar pada saatnya nanti  berakhir masa jabatan saya sebagai PJ , berakhir pula tugas-tugas saya begitu mas.., tanpa meninggalkan sedikitpun tugas –tugas yang tak belum selesai kan iya mas..?..adapun masa berakhirnya jabatan saya sebagai PJ, apabila Kades yang baru dilantik oleh Bupati Situbondo secara otomatis masa aktif saya selesai dan kembali ke sekdes lagi, masalah pemilihan kepala desa Selomukti kemungkinan serentak 17 Desa,kalau tidak ada perubahan insyaAllah bulan juni 2016.
Kembali kepada tugas dan kewajiban sebai PJ,semaksimal mungkin akan saya perjuangkan untuk memberikan pelayanan yang terbaik demi kepuasan masyarakat saya yakni Desa Selomukti...gitu aja ya mas terima kasi tuturnya pada wartawan B.A pekan lalu.....(AL?Puji)


    
                   










Description: F:\DCIM\103MSDCF\DSC09327.JPG            
                                                Akmad sayuti

Sulitnya Cari Ambulans Di Kemranjen, Banyumas


BANYUMAS  – Pertolongan kepada orang yang sakit khususnya masyarakat susah mestinya perlu dilakukan apalagi terhadap nyawa seseorang yang perlu diupayakan untuk bisa hidup.Seorang warga Desa Kecila Rt 01/rw 6 (S) sedang menghadapi maut dimana perlu bantuan  ambulan untuk membawanya ke Rumah Sakit oleh keluarganya namun kesulitan dengan alasan tak ada sopirnya.  
         Seorang warga Kecila (HR) yang membatu untuk mencari ambulan di Puskesmas Kemranjen 1 memperdebatkan nyapun tak berhasil hingga mencari ke Rumah Sakit lain Medika Lestari baru dapat,itu pun dengan susah payah dengan memaksa kepada pemilik Yayasan.
          Kejadian bermula pada jam 18.00 (20/3) ketika (S) yang terkena serangan jantung membutuhkan ambulan untuk membawanya ke Rumah Sakit Margono karena jelas di Puskesmas tak sanggup menanganinya namun upaya tersebut terkendala kendaraan hingga akhirnya setelah mendapatkan ambulan dan membawanya ke Margono hanya bisa bertahan satu malam akhirnya meninggal dunia.Sangat disayangkan ada puskesmas yang berlaku berlaku demikian tidak mencerminkan sosial kemanusiaan (karman)

LOMBA SENAM MAUMERE DI KOREM 071 WIJAYA KUSUMA


Markas Korem 071 Wijaya Kusuma, yang berada di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas menjadi ajang unjuk kebolehan Senam Maumere dalam rangka HUT Persatuan Isteri Tentara (Persit) ke 70, pada 29 Maret 2016. Perhelatan yang bertajuk “ Sportifitas Mencerminkan Jiwa Besar “, diikuti oleh seluruh Kodim dan Satdisjan di jajaran instansi militer yang saat ini dipimpin oleh Kolonel Infanteri Dwi Wahyu Winarto, S.I.P.
          Senam Maumere merupakan jenis olah raga kebugaran yang diadopsi dari Kesenian Daerah berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur. Saat ini menjadi trend di masyarakat, termasuk lingkungan militer. Gerakannya sangat dinamis, energik dan indah. Itulah yang menjadi alasan mengapa pihak Korem 071 Wijaya Kusuma memilihnya menjadi materi lomba.
          Sebelumnya, pada hari yang sama dan jam berbeda, juga diadakan pertandingan Bola Voli yang diikuti oleh Persit. Sebagai pembuka pertandingan adalah Tim Persit Kodim Banyumas melawan Tim Persit Kodim Banjarnegara. Tim Persit Kodim Banyumas dapat mengalahkan Tim Persit dari Kota Gilar-gilar tersebut. Dengan Skor 2-1. Ny. Mila Karmila Erwin, selaku Ketua Persit Cabang Kodim Banyumas sangat mengapresiasi atas keberhasilan Tim Bola Voli dari Persit Kodim 0701 Banyumas. (awa)     

KOTA PASURUAN DIGEGERKAN PENEMUAN MAYAT TANPA INDENTITAS

Laporan - H. Syafi'ar Wartawan AKTUAL PASURUAN - Masyarakat Desa Ngemplak Rejo , Kecamatan Panggung , Kota Pasuruan,...