Sabtu, 02 Desember 2017

BUPATI TEKANKAN PENDIDIKAN BERKARAKTER GUNA PERSIAPKAN MASA DEPAN BANGSA







Laporan - Samukri/Margiyanto
Wartawan Tabloid AKTUAL

LUMAJANG - Gema peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional masih terdengar di segala penjuru, khususnya di wilayah Kabupaten Lumajang. Kali ini gilirian Kecamatan Jatiroto yang menggelar Tasyakuran HUT PGRI ke 72 & Hari Guru Nasional (HGN) Keluarga Besar PGRI Cabang Jatiroto Bersama BUPATI Lumajang, Drs. As'at, M.Ag., dengan tema "Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja Untuk Penguatan Pendidikan Karakter". Acara tersebut bertempat di Gedung Guru Jatiroto, Senin (27/11/2017).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan penghargaan yang diperolehnya merupakan bentuk keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas bidang pendidikan. Dari penjelasan yang disampaikan saat penyerahan hadiah, Lumajang menempati peringkat ke 3 se Jawa Timur. Dengan demikian, berdasarkan informasi yang diperoleh urutan tiga besar akan diperlombakan lagi di tingkat nasional.

Sesuai dengan tema HUT PGRI, Bupati juga berpesan kepada seluruh guru yang hadir pada kesempatan tersebut agar mengedepankan pendidikan berkarakter, karena tantangan kedepan, bangsa Indonesia memerlukan orang-orang yang memiliki karakter.

Masyarakat patut bangga, serta ikut berpartisipasi dalam pembangunan Kabupaten Lumajang. Hal itu yang menjadi harapan Bupati Lumajang.

Ketua PGRI cabang Jatiroto, Sumaryono Widodo, mengaku bangga atas prestasi Kabupaten Lumajang, khususnya Bupati Lumajang yang sudah menerima penghargaan PGRI Award 2017, penghargaan tersebut diberikan atas perhatian Bupati kepada pendidikan di Kabupaten Lumajang, "saya mengucapkan terima kasih atas perhatian kepada PGRI, kepada Guru PNS maupun Non PNS", ucapnya. Ia berharap pemerintah selalu konsisten dalam pembangunan di bidang pendidikan.
 (samukri/margiyanto)

Jumat, 01 Desember 2017

DENGAN KEBERAGAMAN HARI PAHLAWAN DIPERINGATI DI KEMRANJEN BANYUMAS



Laporan – Karman
Wartawan Tabloid AKTUAL

BANYUMAS – Dilaksanakan di halaman Kecamatan Kemranjen Banyumas , apel peringatan HARI PAHLAWAN diikutin oleh berbagai kalangan pemuda,PNS,Perangkat Desa se Kemranjen ,serta Purnawirawan TNI/POLRI.

Dengan berbagai ragam atribut kali ini dilakukan agar menggugah rasa kebersamaan dalan perbedaan ketika Ka.Trantib (Cahyo) selaku panitya dikonfirmasi.Tanpa adanya pelajar atau generasi muda tetapi justru dilakukan generasi tua seperti para purnawirawan TNI/POLRI menunjukan kepada anak-anak muda tau bahwa yang tua saja mau imbuhnya.

Dipimpin oleh Inspektur Upacara Camat Kemranjen (Widyo Satmoko) upacara dimulai nyang diikuti oleh PNS,Perangkat Desa,Pemuda Panca Sila,Banser dan para Kepala Sekolah se Kemranjen.Dengan membacakan sambutan dari Menteri Sosial Khofifah Indah Parawansa Inspektur Upacara banyak mengingatkan kepada kita khususnya generasi muda untuk bisa menghidmati dari pada para pejuang bangsa sebagai pendahulu kita dengan dibacakannya kata-kata mutiara para pejuang tanah air.

Pengerekan bendera dilakukan oleh Banser diiring alunan musik dari UPK Kemranjen dalam lagunya Indonesia Raya.Tak lupa dilakukan mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan Kusuma Bangsa selama 60 detik dipimpin oleh Inspektur Upacara yang telah berjuang mengorbankan jiwa raganya untuk bangsa dan Tanah air yang telah mendahului kita khususnya yang gugur di medan laga.Akhirnya apel ditutup dengan pembacaan doa diikuti semua peserta apel dilanjutkan pembubaran oleh Komandan Upacara (KR)

Saat Bupati Anas Bertemu 250 Anak Muda dari 35 Negara di Banyuwangi





Laporan - Herman

Wartawan Tabloid AKTUAL
BANYUWANGI - Sebanyak 250 anak muda dari 35 negara  menghadiri Youth Involvement Forum (YIF) di Banyuwangi. Selama 3 hari (24-26 November), mereka berdiskusi sekaligus mengenali khazanah seni-budaya daerah di ujung timur Pulau Jawa itu.
“Selamat datang di Banyuwangi. Semoga mengesankan. Kita bisa saling diskusi soal pengembangan kebudayaan, bagaimana menjadikan diplomasi kebudayaan sebagai sarana untuk mewujudkan kesepahaman global, dunia yang lebih damai dengan segala perbedaannya,” ujar Anas, Jumat malam (24/11).
Peserta YIF ini sendiri terdiri atas 100 mahasiswa dalam dan luar negeri, 50 pengusaha muda, serta pelajar dan guru vokasi se-Indonesia. Forum yang diinisiasi oleh Indonesia Youth Forum ini menjadi salah satu bagian penting upaya memperkuat daya saing anak muda Indonesia.
"Era informasi menuntut SDM yang kreatif, inovatif dan berdaya saing. Banyuwangi kenapa kami pilih sebagai lokasi pertemuan global ini karena kami nilai sebagai daerah yang konsisten mengembangkan budaya dan ekonomi kreatif berbasis rakyat. Sehingga peserta bisa belajar banyak dari sini," jelas Abdul Idris, pendiri Indonesia Youth Forum.
Bupati Anas pun memaparkan sejumlah kreativitas warga Banyuwangi, yang salah satunya terangkum dalam even Banyuwangi Festival. "Festival ini juga cara kami untuk menumbuhkan semangat gotong royong warga, jadi bukan semata-mata pariwisata. Dari ajang ini, kreativitas rakyat tumbuh, kerukunan tercipta, seni-budaya semarak, sekaligus ekonomi bergerak," jelas Anas.
Bupati berusia 44 tahun pun bersemangat memperkenalkan sejumlah potensi dan seni-budaya Banyuwangi. Anas juga menekankan pentingnya peran kaum muda dalam pengembangan seni-budaya.
“Anak muda harus terjun mengembangkan seni-budaya. Dulu jumlah anak muda yang memahami Tari Gandrung Banyuwangi mungkin tak banyak, tapi sekarang sangat besar karena kita memperkenalkannya dengan gembira lewat balutan festival,” ujarnya.
Para peserta tampak terkesan dengan Banyuwangi. Seperti yang diungkapkan Roman Paviliux asal Ukraina. “Seni-budaya di sini berkembang bagus, kita bisa menggali banyak hal. Cocok juga sebagai destinasi wisata,” ujarnya.
Peserta lainnya, Nana Fulila asal China mengungkapkan kekagumannya atas beragam kreativitas orang Banyuwangi. "Orang Banyuwangi kreatif. Mereka harus mempertahankan tradisi seni-budaya yang kuat semacam ini. Ini menunjukkan karakter kalian," jelas Nana.
Selama di Banyuwangi nanti, para peserta ini akan mengikuti forum seminar dan dilibatkan dalam focus group discussion (FGD) tentang beragam pengembangan SDM kaum muda. Selain itu, mereka juga akan dikenalkan beragam destinasi wisata serta mengenal kehidupan pesantren. (herman)

LUMAJANG RAIH PENGHARGAAN "SWASTI SABA WISTARA" KABUPATEN SEHAT TAHUN 2017




Laporan - Lukito/Amir Machmud
Wartawan Tabloid AKTUAL

LUMAJANG - Kabupaten sehat merupakan pendekatan kesehatan masyarakat yang bertumpu pada kemitraan lintas sektor antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat dalam mengatasi masalah–masalah kesehatan yang berkaitan erat dengan masalah lingkungan fisik dan lingkungan sosial kabupaten.

Di tingkat kabupaten dimotori oleh Forum Kabupaten Sehat yang mensinergikan pembangunan agar berwawasan kesehatan. Di tingkat kecamatan dipandu oleh Forum Kecamatan Sehat, dan di desa oleh Forum Desa Sehat.

Perlu diketahui bahwa penilaian Kabupaten Sehat lebih berfokus pada adanya proses dan upaya perbaikan kesehatan melalui partisipasi masyarakat yang terorganisir melalui Forum Kabupaten Sehat, Forum Kecamatan Sehat dan Forum Desa Sehat serta dukungan sektor terkait. Karena masalah kesehatan penyebabnya sangat kompleks, dan mempunyai skor yang tinggi jika diselesaikan secara terpadu antara pemerintah dan masyarakat.

Tim verifikasi Kabupaten Sehat telah melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Lumajang tanggal 13 September 2017 dengan titik kunjungan di Kampung Kelor, Kali Temi, Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Taman Kota, Pasar Sukodono, SDN Kepuharjo 02, Panti Asuhan Putra Muhammadiyah, Puskesmas Tempeh, TPS Lempeni, PT. Nankai Candipuro, dan Pemandian Tirtosari View.

Pemerintah Kabupaten Lumajang mendapat penghargaan Swasti Saba Wistara disampaikan melalui surat kawat Kementrian Dalam Negeri RI nomor 005/8999/Bangda tertanggal 22 November 2017. Penghargaan tertinggi di bidang kesehatan itu, diserahkan Selasa (28/11) di ruang Sasana Bhakti Praja Kementrian Dalam Negeri yang diterima langsung oleh Bupati Lumajang, Drs. H. As'at, M.Ag. Penghargaan ini merupakan yang ke 5 kalinya untuk Kabupaten Lumajang.

Diharapkan dengan penghargaan ini, seluruh elemen masyarakat dapat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga terwujud Kabupaten Lumajang yang sehat, bersih, nyaman, aman, sejahtera dan bermartabat. (lkt/am)

Bupati Anas Raih PGRI Award di Peringatan Hari Guru





 Laporan - Khoirul Aziz
Wartawan Tabloid AKTUAL
BANYUWANGI - Bertepatan peringatan Hari Guru Nasional, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, meraih Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Award.
‎Anas mendapat penghargaan karena dinilai memiliki kepedulian yang tinggi pada dunia pendidikan, nasib guru, dan anak didik.‎
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PGRI Pusat, Unifah Rosyidi, yang didampingi Gubernur Jatim, Soekarwo, dalam peringatan Hari Guru, yang digelar di Gelora Delta Sidoarjo, ‎Minggu (26/11). 
Di peringatan Hari Guru yang dihadiri sekitar 35.000 guru se-Jawa Timur tersebut, Unifah mengatakan, pemerintah daerah merupakan partner PGRI dalam peningkatan kualitas guru. "Tiap tahun kami memberikan penghargaan kepada daerah yang memiliki kepedulian pada pendidikan," kata Unifah.
Unifah mengatakan sebelum memberikan ‎penghargaan, PGRI melakukan penilaian sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Banyuwangi ‎telah memenuhi kriteria yang ditentukan oleh PGRI.
Di bawah kepemimpinan Anas, Banyuwangi melakukan banyak inovasi di bidang pendidikan. Banyuwangi menganggarkan APBD sebanyak Rp 1,3 triliun untuk pendidikan. 
Berbagi inovasi seperti beasiswa Banyuwangi Cerdas, pemerataan tenaga pendidik hingga ke pelosok melalui ‎Banyuwangi Mengajar, peningkatan kualitas guru, dan berbagai inovasi lainnya.
Bahkan baru saja, Anas menaikkan insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT). Dana insentif untuk guru honorer K2 naik hingga 3 kali lipat lebih, dari yang sebelumnya hanya Rp 300 ribu, menjadi Rp 1 juta per bulan. 
"Di luar dana APBD, kami juga ada program Siswa Asuh Sebaya. Di mana siswa yang mampu menyisihkan uang sakunya satu minggu sekali untuk diberikan kepada siswa lain yang kurang mampu. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2011, saat ini SAS berhasil mengumpulkan dana hingga Rp 12,8 miliar dengan lebih dari 20.000 siswa," jelas Anas. 
Anas mengatakan penghargaan ini melecut semangat Banyuwangi untuk terus berbuat sesuatu pada dunia pendidikan. "Pendidikan merupakan prioritas utama dalam pembangunan," kata Anas. 
Karena itu, menurut Anas, nasib guru harus mendapat perhatian. Itulah sebabnya insentif GTT dinaikkan. “Kenaikan insentif ini sebagai bentuk reward atas kerja keras para guru yang telah memberikan karya nyata,” ujar Anas.
Anas mengatakan, keputusan menaikkan insentif ini diambil seiring naiknya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi. Dari target yang dipatok sebesar Rp 388,1 miliar, realisasinya kini mencapai Rp 527 miliar. Kenaikan 35,71 persen tersebut menurut Anas, harus dirasakan rakyat. (khoirul aziz)

KOTA PASURUAN DIGEGERKAN PENEMUAN MAYAT TANPA INDENTITAS

Laporan - H. Syafi'ar Wartawan AKTUAL PASURUAN - Masyarakat Desa Ngemplak Rejo , Kecamatan Panggung , Kota Pasuruan,...